Pembinaan Pelayan GKPI di Wilayah Jabodetabek

 

 

Pada tanggal 23-24 Maret  2012 telah diadakan Pembinaan bagi Pelayan GKPI di GKPI Menteng Jakarta yang diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari Pendeta, Penatua, Calon penatua dan para pelayan lainnya yang terlibat melayani di gereja. Pembinaan ini diorganisir oleh Pengurus Wilayah (Korwil) GKPI wilayah Jabodetabek bekerjasama dengan Institute Andar Sutan (IAS). IAS merupakan suatu kelompok kerja yang dibentuk oleh Pimpinan Pusat GKPI untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (pelayan) dan juga meningkatkan kesejahteraan para pekerja tetap di GKPI.

 

Pembinaan ini ditujukan untuk menyegarkan kembali akan makna Panggilan Gereja dan sekaligus untuk meningkatkan wawasan para pelayan, agar para pelayan dapat mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dan kebutuhan pelayanan yang berkembang secara dinamis.

 

Adapun materi pembinaan dan narasumber antara lain:

  1. Rencana Strategis & Road Map GKPI – Pdt. P. Sipahutar MTh – Bishop GKPI.
  2. Panggilan Penatua – Dr. Ferdinand Nainggolan – IAS
  3. Penopang Pelayanan – Pdt. Oberlin Siahaan STh – IAS
  4. Penatua GKPI – Pdt. Simson Tarigan STh – IAS
  5. Pemuridan – Ir. Badu Situmorang – IAS
  6. Halak Kristen Batak Maradat – Ir. J.P Sitanggang – IAS
  7. Sharing – Pelayan Gereja – Pnt. Em. Muda Siregar, MA – GKPI Menteng Jakarta.

 

Dalam pembinaan ini terdapat beberapa pokok-pokok penting pembinaan antara lain:

  1. Setiap pelayan hendaknya memahami panggilan pelayanan. Apabila seseorang dipanggil Tuhan sebagai pelayan, apa makna panggilan tersebut dalam hidupnya?. Seorang pelayan (Pendeta, Penatua, Pengurus Seksi, Guru Sekolah Minggu dan lain-lain) hendaknya menyadari bahwa dia dalah seorang Hamba Tuhan (servant), namun dipakai oleh Tuhan untuk tugas yang mulia dan kudus. Seseorang bisa melayani dengan baik di gereja/masyarakat, hanya  berkat kasih/pertolongan/Anugerah dari Tuhan.
  2. Hakekat dari tugas penatua adalah : Memimpin/mengarahkan gereja (1 Tim 5:7; 1 Petr 5:1-2), Mengajar dan memberitakan Firman, Melindungi jemaat dari ajaran sesat, mengunjungi orang yang sakit & berdoa. Dalam berkunjung hendaknya mengarahkan warga yang sakit supaya berpengharapan sepenuhnya kepada Tuhan, tidak focus kepada penyakitnya. Saat mengunjungi orang sakit hindarkan/gak perlu menyebut peraturan/ketentuan/anggaran dasar gereja.
  3. Seorang pelayan hendaknya berpikir bahwa Melayani merupakan suatu keistimewaan (privilage) dari Tuhan Allah dan bukan suatu pengorbanan (sacrifice). Pemahaman akan hak istimewa tersebut, mendorong seorang pelayan akan menghargai panggilan dari Tuhan Allah, melayani dengan sungguh-sungguh, hati yang tulus ikhlas, setia sampai akhir dan memberikan yang terbaik (ingat perkataan Tuhan Yesus : Apabila engkau melayani salah seorang yang hina, hal itu berarti memberikan kepada Tuhan). Sebaliknya apabila seorang pelayan berpikir pengorbanan, maka motivasi pelayanan akan keliru, kehilangan rasa suka cita bahkan bisa putus ditengah jalan.
  4. Seorang pelayan hendaknya rendah hati (humble). Merasa tidak ada apa-apanya, tidak layak dimata Tuhan, orang yang berdosa, namun dipakai oleh Tuhan untuk pekerjaan yang mulia. Tirulah Tuhan Yesus yang menjadi teladan (role model) bagi para pengikutNya.
  5. Kapanpun Allah memberi kita tugas, Dia selalu memperlengkapi kita dengan apa yang kita butuhkan. Kombinasi kemampuan yang dipersiapkan Tuhan untuk memenuhi tugas pelayanan disebut SHAPE yakni : Spiritual Gift (Karunia Rohani), Heart (hati), Abilities (kemampuan), Personalities (Kepribadian) dan Experience (Pengalaman).
  6. Tugas pelayanan penatua GKPI antara lain: Memperhatikan keadaan anggota/jemaat yang dipercayakan kepada pelayanan. Supaya mereka menegur apabila ada warga yang menyimpang dari ajaran Tuhan. Membimbing warga jemaat agar rajin mengikuti ibadah, apabila ada yang malas/lemah, agar dikunjungi. Membimbing anak-anak supaya rajin datang ke Sekolah Miunngu.
  7. Dalam melaksanakan pelayanan, seorang pelayan membutuhkan penopang pelayanan agar kuat dan tidak lemah menghadapi musuh, karena musuh kita adalah penguasa dunia gelap dan roh-roh jahat (Ef 6:11-12). Sebagai penopang diperlukan senjata rohani seperti : Menghayati Firman Tuhan, memiliki Iman, Hidup dengan Roh Kudus, Hidup dalam Doa.
  8. Orang yang bertumbuh iman memiliki ciri-ciri yakni : Latihan rohani secara disiplin (Bersaat Teduh, Bertekun didalam Doa, Membaca Firman Tuhan dll. Dan melakukan Disiplin Rohani antara lain melakukan kehendak/firman Tuhan, menghindarkan perbuatan yang tidak dikehendaki Tuhan.
  9. Dalam orang batak, dikenal 3 ukuran sukses (ondolan ni parngoluon halak Batak ada 3 H) yaitu ; Hagabeon, Hamoraon dan Hasangapon. Hendaknya ditambah menjadi 5 H yaitu : Hagabeon, Hamoraon, Hasangapon,  Haporseaon,  Haholongon.
  10. Orang Batak selalu berkaitan dengan agama (maragama) dan Adat (maradat). Dalam kehidupannya, ada orang yang tersinggung apabila seseorang disebut tidak beradat, padahal apabila dia disebut tidak beragama, belum tentu tersinggung (marah).
  11. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang menghabiskan waktu & energi untuk maradat. Padahal untuk kehidupan ber-Tuhan hanya asal ada, misalnya untuk bersekutu (penyembahan) dan memberi persembahan kepada Tuhan sangat minim. Kondisi ini tidak jarang juga ditemui pada diri pelayan/penatua.
  12. Dalam menjalankan adat/tradisi, Jangan sampai ajaran Kekristenan disesuaikan dengan adat, melainkan, adatlah yang seharusnya disesuaikan dengan Firman Tuhan.

 

Dalam pembinaan ini juga telah disampaikan hasil Survey Pelayanan Jemaat yang dilakukan atas 7 jemaat di GKPI wilayah Jabodetabek dengan obyek survey yakni : Peribadatan, Penata Layanan dan Pendukung Peribadatan. Hasil survey ini merupakan informasi dan gambaran persepsi dari warga jemaat atas apa yang diharapkan oleh warga gereja atas pelayanan gereja, apa (potret) pelayanan gereja yang telah dirasakan dan sekaligus menghimpun masukan-masukan dari warga jemaat untuk peningkatan kualitas pelayanan gereja ke depan. Berbicara tentang model & aktivitas pelayanan gereja, paling tidak ada 4 sudut pandang yakni dari sisi : (1) yang dikehendaki oleh Tuhan Yesus Kristus sang kepala gereja (2) yang berlaku di GKPI (3) yang diharapkan oleh warga jemaat (4) yang dilakukan oleh para pelayan. Dalam hal ini, para pelayan dan warga jemaat diingatkan bahwa aktivitas, model dan tujuan pelayan gereja agar selalu mengacu kepada kehendak butir 1 dan butir 2.

 

Dalam khotbahnya pada ibadah penutup, Bishop GKPI menekankan tugas gereja sepanjang masa adalah memberitakan injil kepada segala makhluk (Markus 16:15-20). Sasaran penginjilan sudah jelas yakni segala makhluk, namun yang perlu digumuli adalah Injil yang bagaimana?  Dalam hal ini, Injil yang diberitakan adalah Kabar Suka cita, kabar baik, injil yang membawa manusia kepada perdamaian. Perdamaian dapat dicapai/diperoleh apabila manusia saling mengampuni, karena manusia juga bisa merasakan/beroleh perdamaian dari Tuhan Allah, karena terlebih dahulu dosanya telah diampuni melalui pengorbanan Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Dalam hal ini tugas gereja melalui pelayan & warganya agar selalu menyuarakan perdamaian dan pengampunan. Sebelum mengakhiri khotbahnya Bishop juga menekankan agar gereja menghindarkan diri dari perpecahan, dan supaya menjaga keutuhan jemaat. Sebagai anggota tubuh Kristus, persekutuan dan jemaat agar dibangun dan bertumbuh untuk kemuliaan sang kepala Gereja.

 

Dalam kesempatan sesi diskusi maupun pada saat rehat, para peserta pembinaan dan para pendeta yang hadir mengungkapkan kegembiraannya karena dapat mengikuti pembinaan. Tim kerja yang bertugas untuk memfasilitasi pembinaan ini juga menekankan bahwa, selain pencerahan dari para nara sumber, Kegiatan ini bukanlah tujuan akhir, tetapi sebagai pendorong agar pembinaan/pembelajaran dilakukan secara berkesinambungan, ditingkat Wilayah, Resort, Jemaat hingga setiap individu pelayan, sehingga melalui para pelayannya, gereja mampu menghadirkan kebutuhan spiritual warga jemaat, yang pada akhirnya akan mempengaruhi pertumbuhan iman dan buah-buah kehidupan warga jemaat.

 

Pada acara penutupan, tim kerja menyerahkan 1 unit note book dan in focus kepada pengurus IAS untuk digunakan dalam kegiatan pembinaan para pelayan. Biarlah Tuhan Dipermuliakan.

 

Jakarta, 28 Maret 2012

 

Tim Kerja

 

SS/SP/DS

 

 

 

 

 

 

 

Your ads will be inserted here by

AdSense Now!.

Please go to the plugin admin page to paste your ad code.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Looking for something?

Use the form below to search the site:


Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Switch to our mobile site